Letter of Credit

Letter of Credit (L/C) sering disebut juga dengan istilah Documentary Credit, yang memiliki beberapa istilah seperti Authority To Purchase, Authority To Pay yang memiliki arti yang sama.

Istilah L/C tersebut tidak lain adalah untuk mencerminkan pengertian akan pentingnya penggunaan L/C oleh bank sebagai alat yang mampu untuk membiayai penyerahan barang dagang. L/C memberikan dua kepastian yaitu mekanisme pembiayaan dan hubungan antara perkembangan-perkembangan atau variasi dalam L/C dengan perkembangan atau variasi mekanisme komersial untuk mana L/C tersebut secara khusus diciptakan guna memudahkannya.

         Letter of Credit (L/C) didefinisikan sebagai suatu surat yang dikeluarkan oleh suatu bank atas permintaan importir yang ditujukan kepada eksportir di luar negri yang menjadi relasi importir tersebut, yang memberikan hak kepada eksportir itu untuk menarik wesel-wesel atas importir bersangkutan.

Definisi lain yang lebih luas adalah suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh bank untuk mempertaruhkan credit (tingkat kepercayaan) akan dirinya yang telah cukup dikenal baik, sebagai pengganti credit terhadap importir tersebut, yang mungkin baik juga tapi tidak begitu dikenal.

Dalam publikasi terbitan ICC dinyatakan bahwa L/C adalah perjanjian tertulis dari sebuah bank (issuing bank) yang diberikan kepada penjual (beneficiary) atas permintaannya dan sesuai dengan instruksi pembeli (applicant) untuk melakukan pembayaran yaitu dengan cara membayar, mengaksep atau menegodiasi wesel sampai jumlah tertentu dalam jangka waktu yang ditentukan dan atas dokumen-dokumen yang ditetapkan.

 

PENYUSUNAN / PEMBUATAN PERATURAN PERUSAHAAN / PERJANJIAN KERJA BERSAMA

ADUAL & LOKASI :
Selasa, 20 Januari 2015 – Rabu, 21 Januari 2015
Pukul 08.30 WIB – 17.00 WIB
Harris Hotel Tebet / Puri Denpasar Hotel Kuningan

: : BONUS ! ! BACKPACK & SENTER POLICE / ELECTRICAL MASQUITO TRAP / EMERGENCY LEM / TUPPERWARE :

INVESTASI :
– Rp 3.500.000,- Per Orang
– Rp 3.350.000,- Early Bird (Pembayaran 10 Hari Sebelum Pelaksanaan Training) Per Orang
– Rp 6.400.000,- Harga Group Untuk 2 Orang

SIAPA YANG PERLU HADIR ?
• Manajer SDM, Manajer Lini yang membawahi banyak pekerja
• Manajer Pelatihan dan Pengembangan
• Manajer Rekrutmen dan Seleksi
• Manajer Kompensasi dan Benefits
• Manajer Hubungan Industrial
• Supervisor di bidang Manajemen SDM
• Manajer Lini yang ingin menjadi Manajer SDM
• Manager / Supervisor bidang apa saja yang diberi tugas untuk mengelola sumber daya manusia dan yang ingin menjadi pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan.
Baca lebih lanjut

Warehouse Performance Measurement

Begitu Misi/Sasaran Warehouse telah ditetapkan, maka dibutuhkanlah cara/system untuk mengetahui apakah Warehouse sedang menuju kearah misi/sasaran tersebut atau justru sebaliknya secara menyeluruh/comprehensive.

Warehouse Performance Measurement/Appraisal selalu terkait dengan perancangan indikator performa seluruh unit dan departemen yang ada. Jika suatu perusahaan memiliki sistem penilaian performa perusahaan yang mumpuni, seharusnya banyaknya indikator performa unit/departemen menjadi kekuatan yang sempurna dalam menghasilkan keputusan yang tepat dalam operasional.

Dalam workshop ini, peserta diajak untuk lebih dari merancang bagaimana mengukur/ menilai performa warehouse secara menyeluruh, peserta juga diajak untuk menetapkan appraisal point, mempresentasikannya sehingga mudah dipahami oleh pucuk pimpinan ataupun oleh keseluruhan elemen organisasi. Peserta juga diajak mempraktekan aplikasi software perancangan & presentasi indikator performa perusahaan.

 

Warehouse and Inventory Management

Inventori ( persediaan ) merupakan salah satu sumber daya (resources) yang keberadaannya tidak dapat dihindarkan dan sangat diperlukan untuk menjamin kelancaran usaha baik usaha bisnis maupun industri. Untuk itu perlu direncanakan dan dikendalikan secara profesional. Berbagai metoda dan model perencanaan dan pengendalian inventori telah dikembangkan mulai dari yang paling konvensional yaitu Statistical Inventory Control (SIC) sampai dengan yang paling maju yaitu MRP dan JIT telah diaplikasikan pada berbagai perusahaan yang menyadari akan pentingnya peran inventori dalam meningkatkan daya saing usaha. Hal ini disebabkan karena kenyataan menunjukkan bahwa inventori bukan hanya sekedar kegiatan yang terkait dengan penyediaan barang saja tetapi merupakan salah satu komponen strategis dalam manajemen logistik dan supply chain.

Saat ini, pergudangan yang efektif dan efisien adalah pergudangan yg mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kecepatan proses mulai dari Penerimaan, Penyimpanan, hingga Pengiriman, untuk itu dibutuhkan system informasi yang terintegrasi pada proses supply chain, dan proses yang just in time yang maksimal, pengelolaan gudang yang baik mampu mengurangi biaya-biaya yang tidak seharusnya dikeluarkan.

Kompetensi bisnis yang semakin tajam, serta perkembangan komunikasi dan transportasi, memotivasi pelaku usaha untuk mengelola lebih mengefisiensikan pergudangannya. Semua aktifitas warehousing harus dapat menciptakan servis level yang tinggi kepada semua customer tetapi dengan biaya pengelolaan yang seminimum mungkin.

PENILAIAN KARYAWAN EFEKTIF MENDAPATKAN KINERJA TERBAIK

Manajemen Sumber Daya Manusia sangat penting bagi suatu organisasi / perusahaan dalam era globalisasi dimana Manusia sebagai modal aktif yang mempunyai perilaku khusus yang dapat membentuk organisasi / perusahaan mencapai tujuan. Dalam menghadapi intensitas dan kompleksitas bisnis, human capital / human resources merupakan modal perusahaan yang dapat memberikan manfaat secara internal dalam menjawab tantangan multi dimensi dan menghadapi masalah produktivitas, mutu, biaya, waktu, pelayanan, keselamatan kerja dan hubungan kerja.

Manajemen Kinerja Perusahaan merupakan suatu proses manajemen yang dirancang untuk menghubungkan tujuan organisasi / perusahaan dengan tujuan individu sedemikian rupa, sehingga kedua tujuan dapat selaras dalam mencapai sasaran masing – masing secara bersama – sama didalam perusahaan / organisasi sebagai penunjang dari kegiatan usaha perusahaan. Sejalan dengan fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan dan pengawasan, maka saat ini kebutuhan penilaian staf secara efektif merupakan alat bagi pimpinan ( supervisor dan manajer ) untuk membantu dalam pengelolaan secara efektif sumber daya manusia untuk memenuhi tanggung jawab. Sistim penilaian karyawan perusahaan perlu dikelola dengan baik dan benar agar pelaksanaan kegiatan penilaian karyawan dapat dilakukan secara efektif dan efisien sejalan dengan kebijakan perusahaan.

Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seorang karyawan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Agar kinerja karyawan bisa mencapai performa terbaik, maka diperlukan penilaian.

Penilaian Kinerja Karyawan dilakukan untuk mengevaluasi performa kerja masing-masing karyawan dalam mencapai target kerja yang telah ditentukan. Setelah penilaian kinerja selesai dilakukan, maka selanjutnya akan diberikan reward atau punishment terhadap karyawan yang bersangkutan.

Reward akan diberikan terhadap karyawan yang berprestasi dan mampu meraih target. Sedangkan punishment merupakan konsekuensi yang harus siap ditanggung oleh karyawan yang tidak mampu memberikan performa terbaiknya sehingga tidak berhasil meraih target yang telah ditentukan.

Penilaian kinerja karyawan merupakan bentuk motivasi sekaligus apresiasi dalam dunia kerja. Dengan penilaian tersebut, seorang karyawan akan termotivasi untuk selalu memberikan performa terbaiknya karena selalu mendapatkan dukungan dan apresiasi.